Tingkat penegakan penggunaan bahasa melayu
Free

Tingkat penegakan penggunaan bahasa melayu

[email protected]

PUTRAJAYA: Pemerintah tetap bertanggung jawab untuk memastikan bahasa Melayu digunakan dalam acara atau acara yang diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta.

Dosen Pusat Pendidikan dan Kajian Kesejahteraan Masyarakat Fakultas Pendidikan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Dr Anuar Ahmad mengatakan, pemerintah memiliki kewenangan untuk menegakkan ketentuan dan undang-undang terkait dengan penegakan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional.

“Yang menjadi masalah adalah penegakan untuk memastikan penggunaan bahasa Melayu itu sendiri.

“Penegakan terkait penegakan bahasa melayu perlu lebih serius. Kalau sampai level Perdana Menteri sendiri sampai menegur, itu sesuatu yang besar dan perlu mendapat perhatian,” katanya kepada BH, hari ini.

Perdana Menteri, Datuk Seri Ismail Sabri Yaako kemarin menegur lembaga pemerintah, perusahaan terkait pemerintah (GLC) dan sektor swasta di negara itu untuk memprioritaskan penggunaan bahasa Inggris dalam acara, pertemuan, konferensi, proyek, dan produk mereka.

Sehubungan dengan itu, ia meminta agar bahasa Melayu digunakan dalam semua acara atau upacara yang diselenggarakan secara luas setelah ini.

Anuar menuturkan, saat ini penguasaan bahasanya bercampur aduk sehingga ada anggapan bahwa untuk memperkuat penguasaan bahasa Melayu, seseorang perlu melemahkan pemahamannya terhadap bahasa Inggris atau sebaliknya.

Ia mengatakan, ada juga yang merasa malu berbahasa Melayu daripada lebih nyaman berbahasa Inggris.

“Kalau bicara tentang penghargaan penggunaan bahasa melayu, semua pihak perlu memahami fungsinya dan pihak mana yang akan melaksanakannya.

“Tugas pemerintah adalah memastikan bahwa bahasa melayu merupakan bahasa yang penting sedangkan penguasaan bahasa selain bahasa melayu menjadi tanggung jawab individu atau orang tua.

“Saat ini sepertinya kita ingin mewajibkan penggunaan bahasa Inggris yang seharusnya sesuai dengan kebutuhan dan kesesuaian.

“Pemerintah perlu memastikan semua warga negara di tanah air menguasai bahasa Melayu, baik melalui penegakan ketentuan hukum yang ada maupun pendidikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, persoalan penggunaan bahasa melayu melibatkan persoalan identitas masyarakat namun dalam fenomena saat ini menunjukkan bahwa pimpinan GLC, instansi pemerintah hingga tingkat kementerian lebih nyaman menggunakan bahasa Inggris dibandingkan bahasa Melayu.

“Bukan tidak bisa dipakai, tapi harus sesuai dengan situasi dan kecocokan. Kalau upacara dihadiri warga Malaysia, tidak perlu pakai bahasa Inggris,” ujarnya.

Ia mengatakan, pimpinan di tingkat lembaga dan kementerian yang menggunakan bahasa Melayu dengan benar mampu membina dan menarik bawahan untuk juga menggunakan bahasa Melayu dengan benar.

“Menteri Lingkungan Hidup dan Air, Datuk Seri Tuan Ibrahim Tuan Man pernah berbicara dalam bahasa Melayu pada Konferensi ke-26 Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC COP-26) di Glasgow, Skotlandia, baru-baru ini.

“Menteri Perhubungan Datuk Seri Dr Wee Ka Siong juga bisa berbahasa Melayu dengan lancar dan baik,” ujarnya.

© New Straits Times Press (L) Bhd

Posted By : hk hari ini keluar