Setelah skandal 1MDB, investor melihat dana baru Indonesia dengan hati-hati |  Pasar negara berkembang
News

Setelah skandal 1MDB, investor melihat dana baru Indonesia dengan hati-hati | Pasar negara berkembang

Untuk menarik investor ke dana negara barunya, Indonesia perlu menunjukkan protokol tata kelola yang ketat, kata para analis.

Oleh Bloomberg

Indonesia perlu keluar dari bayang-bayang skandal 1MDB tetangga Malaysia untuk meyakinkan investor bahwa dana kekayaan barunya tidak akan menjadi korban korupsi.

Otoritas Investasi Nusantara akan mengambil pelajaran dari dana kekayaan negara lainnya dan mengadopsi kerangka kerja berdasarkan independensi, transparansi dan akuntabilitas, kata Isa Rachmatarwata, direktur jenderal aset negara kementerian keuangan. Ini perlu meyakinkan calon investor bahwa protokol tata kelola ketat ketika mulai beroperasi pada paruh kedua tahun 2021, karena dampak dari skandal 1MDB telah meningkatkan pengawasan terhadap dana kekayaan pasar berkembang.

“Wilayah ini memiliki nama buruk setelah 1MDB dan orang-orang akan berpikir tentang itu – bagaimana dana yang dimaksudkan dengan baik bisa menjadi sangat salah,” kata ekonom Bank of America Securities Mohamed Faiz Nagutha. Sementara dana Indonesia telah menarik $6 miliar janji dari Japan Bank for International Cooperation dan US International Development Finance Corp., itu bisa menjadi tawaran yang lebih sulit bagi investor swasta, tambahnya.

Negara tetangga Malaysia masih bekerja untuk memulihkan $ 4,5 miliar yang hilang dari dana negaranya, dengan penyelidikan yang mengarah pada penyelesaian besar-besaran dengan Goldman Sachs Group Inc. dan hukuman penjara 12 tahun untuk mantan perdana menteri Najib Razak.

Perlindungan bawaan

Indonesia berupaya mengumpulkan 225 triliun rupiah ($16 miliar) dengan menawarkan investor global dan lokal kesempatan untuk menaruh uang mereka di sub-dana Nusantara Investment Authority yang mencakup infrastruktur, perawatan kesehatan, pariwisata, teknologi, dan pengembangan ibu kota baru. Dampak pandemi telah melemahkan pendapatan negara di ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dan Presiden Joko Widodo bertaruh pada proyek-proyek besar untuk membantu mendorong perubahan haluan untuk tahun 2021.

“Meskipun ini merupakan langkah positif karena memberikan investor fleksibilitas untuk berinvestasi di berbagai proyek yang sebelumnya didelegasikan ke banyak perusahaan milik negara, keberhasilannya akan bergantung pada kepercayaan investor terhadap tata kelola,” kata Chua Hak Bin, ekonom senior di Maybank Kim Eng. Penelitian Pte.

Perlindungan dibangun ke dalam kerangka dana. Ini akan dijalankan oleh para profesional di dewan direksi, memiliki tim penasihat yang terdiri dari perwakilan dari investor besar, dan akan diaudit oleh firma akuntansi bereputasi internasional, kata Rachmatarwata dari kementerian keuangan. Tim manajemen hanya dapat diberhentikan berdasarkan alasan tertentu, sebagai cara untuk melindungi mereka dari tekanan luar dalam membuat keputusan investasi, tambahnya.

Meningkatkan Rekor

Indonesia telah membuat langkah signifikan dalam menertibkan rumahnya, dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan rekam jejak dalam menangani kasus-kasus besar. Transparency International menaikkan peringkat negara itu ke peringkat 85 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi 2019, dari peringkat 111 satu dekade lalu.

Namun, kekhawatiran muncul kembali setelah penyimpangan investasi yang terungkap pada Januari yang mendorong perusahaan asuransi negara ke ambang kehancuran keuangan, kata Danang Widoyoko, sekretaris jenderal Transparency International Indonesia. Kerangka dana kekayaan mengkhawatirkan karena akan semakin melonggarkan aturan investasi di sekitar perusahaan milik negara dan tidak akan tunduk pada penyelidikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan, katanya.

Dewan yang dikelola secara profesional tidak cukup menjamin bahwa dana tersebut tidak akan dipolitisasi, karena pejabat bisnis dan pemerintah biasanya berpindah dari satu bidang ke bidang lain di Indonesia, tambah Widoyoko.

“Bisnis dan politik hanyalah sisi yang berbeda dari mata uang yang sama,” katanya.


Posted By : togel hongkonģ