‘Saya kehilangan seorang teman, mentor’
Free

‘Saya kehilangan seorang teman, mentor’

KUALA LUMPUR: Tidak mudah menerima kenyataan kepergian seorang sahabat yang tiba-tiba, apalagi jika individu tersebut adalah mentor dan mitra politik yang telah banyak berbuat untuk membangun konstituen parlementer.

Itulah yang bisa digambarkan tentang situasi Anggota DPR RI, Kapit Datuk Seri Alexander Nanta Linggi, yang tak kuasa menahan duka saat ditanya soal Wakil Ketua Menteri Sarawak, Tan Sri Dr James Jemut Masing, yang meninggal dunia Minggu lalu.

“Saya tidak akan melupakan jasa baik almarhum, khususnya di Kapit. Beliau juga Wakil Ketua Menteri Sarawak dan mewakili daerah pemilihan Baleh State Assembly (DUN).

“Kami akan bekerja keras untuk memastikan bahwa proyek yang direncanakan (di Kapit) itu nyata dan kami dapat mewujudkannya,” katanya dalam wawancara dengan BERNAMA.

Masing, 72, yang menjadi anggota dewan Baleh sejak 1983, meninggal di Normah Sarawak Medical Center (NSMC) di Petra Jaya, Kuching pada pukul 07.05.

Hari ini adalah upacara penghormatan terakhir untuk almarhum, sebelum dimakamkan di Nirvana Memorial Park Kuching.

Melalui kemitraannya di bawah Ulu Rajang Development Agency (URDA), mendiang sebagai ketua dan dia sebagai wakilnya, Alexander mengatakan hal-hal yang terkait dengan pengembangan Kapit sering menjadi topik utama diskusi, selain dari pertemuan reguler yang diadakan.

Alexander yang juga Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Konsumen, mengatakan pembangunan Short Track Airport (STOL) di Bukit Mabong, misalnya, merupakan gagasan mendiang yang antara lain bertujuan untuk membantu produksi hasil pertanian di Indonesia. pedesaan melalui transportasi udara.

Meninggalnya Masing yang juga merupakan salah satu tokoh penting tokoh Dayak mengingatkan Alexander bahwa dirinya tidak pernah dilupakan dalam perencanaan pembangunan infrastruktur atau sosial oleh mendiang.

Misalnya, katanya, juga diundang untuk mengikuti delegasi resmi ke Selandia Baru pada tahun 2015 untuk memahami hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat adat (Orang Maori) di negara itu.

“Almarhum mengatakan kita perlu tahu dan belajar bagaimana orang Maori bisa mendapatkan kembali apa yang menjadi hak mereka, jadi almarhum mengatakan kita orang Dayak bisa belajar bagaimana berperang dan apa hak kita,” katanya.

Begitu pula pada tahun 2019 ketika Masing mengajaknya melihat perkembangan di sekitar Danau Komo, Italia, yang bisa dijadikan inspirasi karena Sarawak memiliki Bendungan Bakun yang terletak di hulu Sungai Rajang di seberang Sungai Balui, 37 kilometer dari kota Belaga.

Aleksander mengatakan, Almarhum adalah seorang pemimpin yang lantang menyuarakan sesuatu, terutama untuk melindungi hak dan kepentingan orang Dayak atau memperjuangkan hal-hal yang berkaitan dengan pedesaan, termasuk pendidikan.

“Dia juga berasal dari pedesaan, makanya dia bilang mari kita bantu agar generasi muda kita diberi kesempatan, ini tidak akan pernah saya lupakan,” ujarnya.

Ciri-ciri kepemimpinan mendiang yang disukai rakyat, tidak sombong, sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat, selain itu karir politiknya selama ini, kata Alexander, bisa dijadikan pelajaran bagi para pemimpin lainnya. – BERNAMA

© New Straits Times Press (L) Bhd

Posted By : hk hari ini keluar