RM7 juta bantuan hukum gratis – Idrus
Free

RM7 juta bantuan hukum gratis – Idrus

PUTRAJAYA: Pemerintah telah menyetujui hibah RM7 juta kepada Yayasan Bantuan Hukum Nasional (YBGK) tahun ini bagi pengacara untuk mewakili mereka yang membutuhkan dalam kasus pidana, kata Jaksa Agung Tan Sri Idrus Harun.

Idrus mengatakan hal ini merupakan cerminan dari komitmen dan kesiapan pemerintah yang berkelanjutan untuk mengakui layanan bantuan hukum untuk memastikan akses yang sama terhadap keadilan bagi mereka yang membutuhkan solusi hukum.

“Atas kerjasama yang kuat antara Kejaksaan Agung (AGC), Dewan Pengacara dan pengacara lainnya melalui YBGK, sebagai Ketua YBGK, saya senang mengumumkan bahwa total layanan YBGK telah melonjak dari 91.544 pada tahun 2013 menjadi 215.990 pada tahun 2020 .

“Perkembangan ini telah mengakibatkan peningkatan pengeluaran YBGK dari sekitar RM2 juta pada tahun 2013 menjadi RM9,1 juta pada tahun 2020. Oleh karena itu, pemerintah telah meningkatkan hibah yang diberikan kepada YBGK untuk menutupi pengeluaran tersebut.

“Jumlah yang diterima YBGK sejak berdirinya adalah RM58.089.200,” katanya saat peluncuran Tahun Legislatif 2022, hari ini.

Sementara itu, kata Idrus, dua tahun lalu melihat tiga komponen dalam penyelenggaraan peradilan yakni Yudikatif, AGC dan Bar bekerja sama untuk mengatasi tantangan tak terduga akibat pandemi COVID-19.

Ia mengatakan tiga komponen dalam penyelenggaraan peradilan menyuarakan aspirasi, keinginan dan visi bersama untuk menegakkan supremasi hukum dan menjaga integritas profesi hukum sambil mendukung norma-norma baru.

“Saya tidak ingin melihat penurunan kepercayaan publik pada salah satu dari tiga komponen ini karena orang melihat kami saling berhubungan dan tidak dapat dibedakan.

“Oleh karena itu, Kehakiman, AGC dan Bar harus bersatu dalam satu visi dan satu tujuan, serta bekerja sama untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk mencapai keadilan di masa yang penuh tantangan ini,” katanya.

Idrus mengatakan, selain tugas hukum terkait COVID-19, mereka (AGC) memastikan mesin hukum berfungsi di lingkungan operasi yang berbeda.

“Kami tidak pernah meninggalkan pekerjaan inti kami. Itu sama sekali bukan pencapaian yang mudah. ​​Pada titik ini, izinkan saya mengutip Sir Francis Bacon, Jaksa Agung Inggris pada abad ke-17 yang menggambarkan tugas saya sebagai ‘tugas paling menyakitkan di dunia’. .Pepatah ini benar, terutama di masa-masa sulit ini.

“Saya sangat rendah hati dan kewalahan melihat petugas berjuang menghadapi situasi yang menantang dan memastikan pekerjaan berlanjut dengan cara yang inovatif.

“Mereka cepat beradaptasi. Audiensi jarak jauh, banding, rapat, konferensi, dan negosiasi internasional dilakukan melalui berbagai platform online,” ujarnya.

Pada acara yang sama, Presiden Bar, AG Kalidas, mengatakan, pihaknya juga terlibat dengan pihak berwenang terkait kelanjutan akses layanan hukum selama masa pembatasan pergerakan pada pertengahan 2021.

Dia mengatakan Bar membuat representasi tegas bahwa pengacara diizinkan untuk memberikan layanan mereka dan dapat mewakili klien mereka secara efektif.

“Seiring dengan sistem peradilan pidana yang terus berfungsi, begitu juga pengacara yang bisa melakukannya. Selanjutnya, dalam kasus pengacara YBGK, mereka dipanggil untuk mewakili terdakwa di pengadilan.

“Tanpa kuasa hukum YBGK, mereka tidak dapat diwakili oleh kuasa hukum karena tidak ada cara lain untuk mendapatkan kuasa hukum,” ujarnya. – BERNAMA

© New Straits Times Press (L) Bhd

Posted By : hk hari ini keluar