RM200 juta atasi kenaikan harga bahan makanan
Free

RM200 juta atasi kenaikan harga bahan makanan

[email protected]

KUALA LUMPUR: Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan pemerintah telah setuju untuk memberikan dana sebesar RM200 juta sebagai pinjaman di sektor agro-pangan untuk mengatasi masalah kenaikan harga pangan saat ini.

Perdana Menteri mengatakan dana pinjaman akan menetapkan tingkat bunga nol di samping pemberian moratorium pembayaran pinjaman selama enam bulan kepada penerimanya.

“Hal ini untuk mengurangi beban para petani, petani dan pekebun di bawah TEKUN dan agrofood khususnya yang menyangkut sayur mayur dan buah-buahan.

“Kita tahu bahan pangan didatangkan dari luar negeri, harganya tergantung nilai jual dari luar negeri.

“Tapi pemerintah tidak akan membiarkan begitu saja. Kami tidak akan bertanggung jawab karena harga di luar negeri tinggi, jadi tanggung sendiri, tidak akan bilang begitu,” katanya.

Hal itu dikatakannya saat Makan Malam dan Upacara Pembukaan Rapat Umum Tahunan Organisasi Petani Nasional (NAFAS) ke-47 di Dewan Merdeka, World Trade Center (WTC) di Jakarta, malam ini.

Turut hadir Menteri Pertanian dan Industri Pangan, Datuk Seri Dr Ronald Kiandee dan para wakilnya, Datuk Seri Ahmad Hamzah dan Dr Nik Muhammad Zawawi Salleh serta Ketua Dewan Direksi NAFAS, Datuk Zamri Yaakob.

Pada upacara tersebut, Ismail Sabri juga menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara NAFAS dengan Malaysian Islamic Economic Development Foundation (YaPEIM), perusahaan berstatus NAFAS dan State Own Enterprise (BUMN) dari China serta NAFAS Sialin (M ) Sdn Bhd dan Southeast Edible Bird’s Nest Capital Biotechnology Co Ltd.

Ismail Sabri mengatakan pemerintah telah setuju untuk memberikan alokasi tambahan RM62 juta melalui NAFAS untuk menutupi peningkatan insentif pestisida dari RM200 seperti yang diumumkan sebelumnya menjadi RM300 per hektar dan satu musim.

“Saya meminta Menteri Pertanian dan Industri Pangan, Menteri Keuangan (Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz), Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Konsumen (Datuk Seri Alexander Nanta Linggi) untuk duduk dan mendiskusikan bagaimana kita dapat membantu petani atau petani yang menghadapi beban penyebab kenaikan harga.

“Sebagai respon awal, untuk membantu petani yang terkena dampak, pemerintah sebelumnya memberikan insentif pestisida sebesar RM200 per musim dan per hektar untuk mengurangi beban mereka,” katanya.

Perdana Menteri mengatakan dia juga meminta Menteri Keuangan untuk meningkatkan alokasi subsidi yang diberikan kepada NAFAS untuk mencegah organisasi dari kerugian.

“Subsidi yang kami berikan dalam anggaran untuk pupuk tidak cukup. Alasan saya memahami NAFAS akan rugi karena harga pupuk naik RM200 juta.

“Saya sudah sampaikan kepada Menkeu untuk membantu NAFAS. Dalam hal ini, Menkeu akan mengkaji dan berdiskusi dengan Menteri Pertanian dan Industri Pangan,” ujarnya.

© New Straits Times Press (L) Bhd

Posted By : hk hari ini keluar