‘PPR bukan penempatan kelas rendah’
Free

‘PPR bukan penempatan kelas rendah’

[email protected]

SEREMBAN: Kementerian Perumahan Rakyat dan Daerah (KPKT) ingin menghapus persepsi bahwa Program Perumahan Rakyat (PPR) adalah permukiman kelas bawah.

Sebaliknya, pemerintah berniat menjadikan permukiman tersebut memiliki Livability Index (LI) yang tinggi.

Menterinya, Datuk Seri Reezal Merican Naina Merican, mengatakan pembangunan PPR mengalami evolusi panjang yang mencakup lebih dari 20 tahun, dimulai dari perumahan murah.

“Proses penataran PPR sudah banyak dilakukan, seperti luas lantai dari 450 kaki persegi menjadi 700 kaki persegi, bahkan KPKT berencana menambah luasnya tahun depan.

“Kami ingin melihat PPR tidak hanya ingin dimiliki atau dihuni, tetapi memiliki tingkat livability yang tinggi.

“Pemerintah akan terus meningkatkan fasilitas di PPR dengan infrastruktur pendukung agar setara dengan permukiman lain seperti fasilitas internet dan kegiatan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Hal itu disampaikannya saat jumpa pers usai Launching Program [email protected] di PPR Bersepadu Senawang hari ini.

Turut hadir Ketua Panitia Aksi Pembangunan Pemuda dan Olahraga Negara dan Anggota Majelis Negara Paroi (ADUN), Datuk Mohamad Taufek Abd Ghani.

Pada acara yang sama, Reezal Merican juga menyerahkan tablet kepada 20 mahasiswa terpilih dari warga PPR.

Dia mengatakan tidak adil jika rumah-rumah B40s ditolak fasilitas seperti internet.

Ia mengatakan, [email protected] merupakan bagian dari LI yang akan memiliki fasilitas digital untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat.

“KPKT telah mengalokasikan RM30 juta untuk menyukseskan [email protected] di 36 dari 154 PPR nasional.

“Ini akan dinikmati oleh 43.000 unit rumah yang memberi manfaat bagi sekitar 150.000 rumah tangga,” katanya.

© New Straits Times Press (L) Bhd

Posted By : hk hari ini keluar