Popularitas penyanyi, lagu tidak mempengaruhi skor
Free

Popularitas penyanyi, lagu tidak mempengaruhi skor

[email protected]

KUALA LUMPUR: Dominasi 17 lagu bergenre ballad dari 30 lagu yang dipertandingkan di Semifinal Muzik Muzik 36 (SFMM36) membuat dewan juri melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan lagu-lagu yang layak melaju ke Anugerah Juara Lagu ke-36. (AJL).

Sebanyak 12 lagu akan tampil di panggung AJL36 yang diumumkan dari Studio 1, Glenmarie, Shah Alam, Selangor, kemarin.

Ketua Dewan Juri Datuk Mokhzani Ismail mengatakan, 30 lagu yang diperlombakan memiliki keunikan melodi masing-masing. Namun, lagu tersebut paling menonjol dalam hal melodi, lirik, dan daftar vokal penyanyi untuk menentukan siapa yang memenuhi syarat untuk panggung AJL36.

Dia mengatakan popularitas penyanyi dan lagu itu tidak mempengaruhi nilai yang diberikan oleh juri profesional.

Di sisi lain, juri yang terdiri dari Datuk Syafinaz Selamat, Datuk Acis, Helen Yap, LY, Chaan dan Altimet membuat penilaian berdasarkan struktur melodi, lirik dan evaluasi vokal penyanyi dari album dan penampilan live mereka.

“Sebelumnya AJL memiliki kategori untuk masing-masing genre, tapi sekarang semua lagu digabung tanpa ada kategori. Jadi agak sulit bagi juri untuk menentukan pilihan.

“Selain itu, dari 30 lagu yang dipertandingkan, 17 di antaranya merupakan lagu beat ballad.

“Oleh karena itu, kita perlu melakukan penilaian yang lebih menyeluruh untuk memastikan bahwa lagu-lagu itu layak diberi kesempatan. Kita ingin memberikan kesempatan kepada semua genre lagu agar keadilan bisa ditegakkan,” ujarnya.

Yang lebih penting, kata dia, lagu-lagu yang dipilih harus berkualitas dan berdampak di industri musik Malaysia.

“Namun bukan berarti lagu yang tidak dipilih kurang bagus, tapi harus diakui ada lagu yang lebih bagus dan lebih cerah.

“Keputusan juri tidak dipengaruhi oleh popularitas lagu. Kami tahu lagu yang menjadi soundtrack film dan drama sering mendapat view tinggi di YouTube, tetapi itu tidak akan mempengaruhi keputusan juri,” katanya dalam konferensi pers virtual yang diadakan tidak lama. setelah episode dua SFMM36 berakhir.

Mokhzani juga berkomentar bahwa popularitas penyanyi tidak menjamin kemenangan sebuah lagu, seperti Tanpa Rela dendangan dan ciptaan Misha Omar dengan Sze Wan.

Ia tidak memungkiri bahwa Unwilling itu baik untuk didengar, tetapi mendengarkan, berkomentar dan menganalisa adalah hal yang berbeda.

“Lagu Tanpa Rela enak didengar karena suara Misha dan artis terkenal. Namun, struktur lagunya terdengar mirip dengan balada lainnya.

Berbeda dengan Cinta yang dibawakan oleh Marsha Milan Londoh, lagu ini memiliki perbedaan. Juri terkesima mendengar keunikan lagu ciptaan Bunga Cantik dan Hang Nadim, sedangkan lirik Hang Nadim.

“Karena terlalu banyak lagu ballad yang dipertandingkan, juri tidak bisa memberi ruang untuk semuanya.

“Tanpa Rela masih belum mampu menyaingi lagu yang dirasa dinobatkan sebagai Juara Lagu AJL36. Ini adalah usaha pertama Misha, tapi tidak bisa disangkal, dia berbakat sebagai komposer dan memiliki peluang yang lebih luas di masa depan, ” kata Mokhzani.

Sementara itu, Mokhzani juga mengomentari pemilihan lagu Nafas Cinta karya Aina Abdul bersama lagu Mimpi Khai Bahar dan Haqiem Rusli.

Dikatakannya, pencipta kedua lagu tersebut pandai mengupas melodi yang juga memasukkan unsur harmoni agar berkualitas dan menarik.

“Jika Dreams and Breaths of Love berjalan dalam keadaan normal, tentu kami tidak merasakan perbedaan dengan lagu-lagu lain. Tapi, penciptanya pandai mengupas balada dengan penampilan harmonis yang membuat keduanya istimewa.

“Selain itu, pemilihan dilakukan berdasarkan ‘tren’, namun tetap menjaga kualitas lagu Salahku yang dibawakan dan sepenuhnya ciptaan Yonnyboii.

“Mungkin ada pertanyaan dimana melodi lagu ini? Kalau lagu ini tidak ada melodinya, tentu saja pemain saxophone tidak bisa memainkan lagu tersebut,” ujarnya.

Mokhzani tidak memungkiri kemampuan Kugiran Masdo dan Lantai 88, mereka termasuk kelompok populer.

Menyinggung soal kompetisi, kami melihat keunggulan grup SOG karena berhasil memberikan penampilan yang menarik dengan kombinasi penyanyi solo.

“Yonnyboii dan SOG adalah tren yang dipilih untuk lagu-lagu modern namun berkualitas.

“Kita evaluasi lagu Chikadun dan Hutang kurang lebih perjalanannya, tapi kita paham itu ‘trademark’ Lantai 88, tapi sebaiknya pilih lagu yang menonjol,” ujarnya.

Diminta mengomentari pemilihan lagu Intan Payung yang dinyanyikan oleh Noraniza Idris dan Bunga Isme ciptaan Luca Sickta, Bunga & Amzar Razqa, sedangkan lirik oleh Bunga dan Siqma mungkin bernasib sama seperti 7 Nasihat yang dinyanyikan asli Datuk Seri Siti Nurhaliza bersama Kmy Kmo dan Luca Sickta yang kalah di AJL35 karena diduga menyendoki lagu daerah.

Mokhzani menjelaskan, lagu Intan Payung tidak memiliki kekurangan. Namun, lagu 7 Nasihat tidak dipilih karena beberapa lagu dirasa lebih enak, bukan karena meniru lagu daerah.

“Mereka tidak meniru, mereka hanya mengambil inspirasi dan struktur lagu. Saya yakin setiap komposer memiliki inspirasinya masing-masing. Bagi saya, apa yang dilakukan Intan Payung untuk membawa lagu daerah ke level yang lebih tinggi dengan memasukkan unsur hip hop adalah yang terbaik dan berhasil memikat hati juri,” ujarnya.

© New Straits Times Press (L) Bhd

Posted By : hk hari ini keluar