Petani berusia 73 tahun berjalan tanpa alas kaki untuk ‘menyelamatkan’ Kuantan
Malaysia

Petani berusia 73 tahun berjalan tanpa alas kaki untuk ‘menyelamatkan’ Kuantan

Petani berusia 73 tahun berjalan tanpa alas kaki untuk ‘menyelamatkan’ KuantanPaman Woon terlihat membawa bendera Pahang sambil berjalan tanpa alas kaki sejauh 35 km dalam upaya meminta pemerintah untuk perpanjangan moratorium penambangan bauksit. – Foto Orang Dalam Malaysia, 13 Maret 2016. Dengan sepatu yang disimpan dengan aman di ranselnya, seorang petani berusia 73 tahun berjalan tanpa alas kaki sejauh 35 km dari Pusat Transformasi Perkotaan Kuantan ke Gambang di Pahang hari ini dalam upayanya untuk memberi tahu dunia tentang ancaman yang disebabkan oleh penambangan bauksit.

Paman Woon, demikian ia biasa disapa, termasuk di antara 30 peserta kampanye Red2Green yang berjalan selama hampir delapan jam untuk mendesak pemerintah agar memperpanjang moratorium penambangan bauksit.

“Saya rela berjalan sejauh ini untuk memperjuangkan kesehatan anak dan cucu saya,” katanya.

Woon adalah seorang petani dan tinggal di Gambang. Hari ini, dia harus meninggalkan hasil panennya tanpa pengawasan hanya untuk ikut serta dalam kampanye.

“Dia petani dan tinggal di Gambang. Meski tempatnya jauh dari lokasi penambangan, dia khawatir air yang tercemar akibat kegiatan itu. Pasokan airnya juga dari daerah yang sama,” kata Fuziah Salleh, MP Kuantan.

Fuziah juga melakukan bagiannya dengan berjalan kaki di hari pertama peluncuran.

“Banyak yang hadir saat akhir pekan. Kami berharap nomor yang sama muncul besok. Tapi kita lihat saja nanti,” kata Fuziah.

Dia termasuk di antara 30-an peserta yang berjalan di hari pertama kampanye diluncurkan.

Fuziah mengatakan kampanye itu diselenggarakan oleh orang-orang yang ingin pemerintah memperpanjang moratorium dan mengirim memorandum ke Parlemen tentang masalah tersebut.

Paman Woon beristirahat sejenak.  Jalan kaki akan berakhir pada 28 Maret di Parlemen di Kuala Lumpur.  – Foto Orang Dalam Malaysia, 13 Maret 2016. Paman Woon beristirahat sejenak. Jalan kaki akan berakhir pada 28 Maret di Parlemen di Kuala Lumpur. – Foto Orang Dalam Malaysia, 13 Maret 2016. Moratorium tiga bulan, yang dimulai pada 15 Januari, akan berakhir pada 15 April.

Pemerintah federal pada awal Januari mengumumkan moratorium tiga bulan penambangan bauksit di Pahang dan menguraikan langkah-langkah yang harus diterapkan industri selama periode tersebut untuk menghentikan polusi di sana.

Langkah-langkah tersebut meliputi pembersihan semua timbunan bauksit, pengaturan area penyimpanan terpadu dan penerapan sistem pengolahan limbah bauksit.

Besok, para peserta akan berjalan kaki sejauh 28 km dari Gambang menuju Seri Jaya dan bermalam di tenda dekat Polsek Seri Jaya.

Fuziah mengatakan, pihaknya menyambut baik donasi dalam bentuk apapun.

“Terima kasih kepada masyarakat yang baik hati yang telah mentraktir kami makan kecil setibanya kami di Gambang hari ini,” tulisnya dalam postingan di halaman Facebook Red2Green: Selamatkan Kuantan.

Para peserta akan melewati 11 pos pemeriksaan sebelum akhirnya tiba di Parlemen pada 28 Maret.

Jalan tersebut terinspirasi oleh kampanye anti-Lynas yang sukses pada tahun 2012. – 13 Maret 2016.


Posted By : totobet hongkong