Orang tua mengklaim sekolah tidak mengambil langkah proaktif
Free

Orang tua mengklaim sekolah tidak mengambil langkah proaktif

[email protected]

Kuala Lumpur: Sekelompok orang tua siswa dari Sekolah Menengah Teknik Kuala Lumpur di sini mengklaim bahwa sekolah tidak mengambil tindakan proaktif setelah salah satu staf sekolah dikonfirmasi positif, menyebabkan jumlah kasus COVID-19 di sekolah mencapai lebih dari 70 kasus.

Mereka juga mengklaim bahwa orang tua yang membawa pulang anaknya harus menjalani pemeriksaan ulang di COVID-19 Assessment Center (CAC) terdekat dan kemudian menjalani karantina mandiri di rumah.

Yang menjadi pertanyaan bagi para orang tua adalah pihak sekolah diinformasikan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melakukan proses screening dan sanitasi secara besar-besaran namun tidak ada surat karantina dan gelang bagi siswa yang positif menjalani karantina di rumah malah masih perlu dibawa ke CAC terdekat.

Seorang ibu dari seorang siswa yang terinfeksi COVID-19 di sekolah yang ingin dikenal sebagai Laila, 39, dia baru mengetahui anaknya positif kemarin dan diberi pilihan antara membawa pulang anaknya atau karantina di sekolah setelah menjalani pemeriksaan di Dinas Kesehatan Kabupaten (PKD) Cheras.

Memindai kejadian penularan di sekolah, Laila mengklaim bahwa siswa Formulir Empat mengalami gejala demam dan dibawa pulang oleh orang tuanya.

“Setelah siswa melakukan swasembada di rumah, dia dinyatakan positif dan memberi tahu pihak sekolah. Yang membuat kami kecewa sebagai orang tua, pihak sekolah tidak segera mengambil tindakan begitu mengetahui hal tersebut.

“Kami memahami bahwa para siswa tersebut menjalani pemeriksaan swasembada Saliva mulai Selasa dan jumlah siswa yang positif meningkat menjadi 68 kasus kemarin. Saya baru mengetahui bahwa anak saya positif kemarin,” katanya saat dihubungi.

Sampai kemarin, orang tua mengklaim total 68 kasus siswa positif dan mereka diisolasi sebagai kontak dekat dan diizinkan untuk membawa kembali siswa positif dengan izin PKD Cheras dan kemudian disaring lagi di CAC terdekat.

Siswa yang terdeteksi sebagai kontak dekat atau tidak dekat dipisahkan di kamar asrama sementara mereka yang dinyatakan positif COVID-19 ditempatkan di gedung kelas sekolah.

Ayah lain dari seorang siswa yang ingin dikenal sebagai Rudie, 48, mengatakan dia diberitahu bahwa putranya positif kemarin tetapi memutuskan untuk tidak membawanya kembali demi keselamatan anggota keluarga di rumah.

“Meski kaget menerima kabar kemarin (kemarin), saya yakin pihak sekolah sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menekan kasus positif. Tapi agak kecewa karena saat terdeteksi Minggu malam, hari ini (kemarin) jumlahnya sudah mencapai hampir 70 orang. kasus.

“Kalau pihak sekolah segera bertindak, kemungkinan yang positif bisa secepatnya diisolasi, tapi kami tenang dan berterima kasih kepada pihak sekolah yang sudah meng-update perkembangan anak-anak yang dikarantina di sekolah tersebut,” ujarnya.

© New Straits Times Press (L) Bhd

Posted By : hk hari ini keluar