Daniel Iskandar akan dibantu – Latiff
Free

Daniel Iskandar akan dibantu – Latiff

[email protected]

KUALA LUMPUR: Daniel Iskandar, 19 tahun, remaja yang dimandikan seperti ‘mayat’ akibat mencoba mencuri pundi-pundi masjid akan tertolong setelah ia menyelesaikan hukumannya.

Menteri di Departemen Perdana Menteri (Tugas Khusus), Datuk Dr Abdul Latiff Ahmad, mengatakan remaja itu membutuhkan bantuan karena dia tidak hanya muda tetapi juga memiliki latar belakang yang sulit yang menyebabkan dia terjerumus ke dalam kancah narkoba.

“Saya telah menginstruksikan Dewan Penyalahgunaan Narkoba Malaysia (MASAC) untuk melacak Daniel setelah ini untuk melihat bagaimana dia dapat dibantu.

“Saya mengerti Daniel ini memiliki psikologi normal seperti yang lain hanya saja dia kurang beruntung mungkin karena dia tumbuh dalam keluarga yang kurang mencintai.

“Mungkin dia tidak seburuk yang digambarkan,” katanya setelah Program Wisuda Pelatih Rehabilitasi Bersertifikat MASAC.

Turut hadir Wakil Rektor Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Prof Datuk Dr Mohamed Ridza Wahiddin dan Presiden MASAC, Ahmad Lutfi Abdul Latiff.

Sebelumnya, seorang remaja yang videonya tersebar di media sosial karena dimandikan seperti ‘mayat’ akibat mencoba mencuri pundi-pundi masjid, dipenjara selama 10 hari dan didenda RM4,000 oleh Pengadilan Negeri Selayang.

Hakim Nik Mohd Fadli Nik Azlan menjatuhkan hukuman pada Daniel setelah dia mengaku bersalah mencoba mencuri pundi-pundi Masjid Al Islahiah dengan menyeret dan menyembunyikan pundi-pundi itu di kamar mayat di masjid di Kuang, Rawang dekat sini pada pukul 23:58 pada 8 Januari. .

Latiff mengatakan kasus Daniel adalah pelajaran bagi semua komunitas untuk belajar dan membantu mereka yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

“Penyalahgunaan narkoba tidak terjadi secara tiba-tiba pada seseorang, mungkin orang tersebut mengalami kesulitan seperti keluarga yang hancur atau kurangnya cinta.

“Masyarakat perlu membantu dan memperhatikan jika mendeteksi sejak awal,” ujarnya.

Mengomentari lebih lanjut isu penyalahgunaan narkoba yang masih mewabah di tanah air, Latiff mengatakan beberapa kementerian, yakni Kementerian Dalam Negeri (KDN),

Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Keluarga dan Masyarakat dan Kementerian Kesehatan harus selalu duduk bersama untuk membahas masalah ini.

“Misalnya di Portugal, masalah ini tidak lagi ditempatkan di Kementerian Dalam Negeri tetapi Kementerian Kesehatan karena dipandang sebagai masalah kesehatan,” katanya.

Dikatakannya, program terakreditasi yang diselenggarakan oleh Masac dan USIM ini merupakan upaya yang baik dan perlu dilanjutkan karena dapat menjadi agenda penting dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Isu penyalahgunaan narkoba tidak lagi dilihat sebagai kejahatan semata karena berkaitan dengan masalah kesehatan dan jika ada yang bisa memantau seperti dokter tentunya bisa membantu banyak pecandu untuk kembali ke jalur semula.

“Oleh karena itu, saya berharap lebih banyak orang yang terakreditasi dalam program seperti itu karena saya memahami bahwa beberapa dari mereka adalah mantan individu yang terlibat dalam kegiatan kecanduan,” katanya.

© New Straits Times Press (L) Bhd

Posted By : hk hari ini keluar