CPO berjangka berakhir sebagian besar lebih tinggi karena data ekspor yang kuat – MPOC
MpoC

CPO berjangka berakhir sebagian besar lebih tinggi karena data ekspor yang kuat – MPOC

CPO berjangka sebagian besar berakhir lebih tinggi karena data ekspor yang kuat

KUALA LUMPUR (15 November): Kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives sebagian besar berakhir lebih tinggi pada Senin (15 November), didukung oleh data ekspor yang kuat untuk paruh pertama bulan ini, kata seorang dealer.

Surveyor kargo Intertek Testing Services melaporkan bahwa ekspor minyak sawit untuk 1-15 November 2021 naik 26,6% menjadi 882.385 ton, dari 696.811 ton yang dikirim selama periode yang sama bulan lalu.

Sementara itu, perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia mengatakan ekspor produk minyak sawit Malaysia selama periode yang sama naik 10,3% menjadi 798.399 ton, dari 723.561 ton yang dikirim sebelumnya.

Pedagang minyak sawit David Ng mengatakan data ekspor yang lebih tinggi, ditambah dengan produksi minyak sawit yang lebih rendah, kemungkinan akan mendukung harga CPO dalam waktu dekat.

“Kami menemukan support di RM4.750 dan resistance di RM5.080,,” katanya Bernama.

Pada penutupan, kontrak berjangka CPO untuk November 2021 turun RM15 menjadi RM5.390 per ton, dan Desember 2021 naik RM40 menjadi RM5.227 per ton.

Januari 2022 meningkat RM31 menjadi RM4,966 per ton, Februari 2022 menambahkan RM29 menjadi RM4,766 per ton, sementara Maret 2022 dan April 2022 masing-masing meningkat RM31 menjadi RM4,588 dan RM4,438 per ton.

Total volume turun menjadi 47.264 lot dari 55.499 lot pada Jumat (12 November), sementara open interest turun menjadi 252.010 kontrak dari 258.213 kontrak sebelumnya.

Harga CPO fisik untuk November Selatan turun RM40 menjadi RM5.360 per ton.

Sumber: The Edge Markets

Anda dapat membagikan postingan ini:


Posted By : hk prize